PT. Liga Indonesia Siapkan Formulasi Baru Kontrak Pemain

Diposkan oleh Hulu on 20 June, 2011

PT. Liga Indonesia Siapkan Formulasi Baru Kontrak Pemain
VIVA-BOLA, Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 telah berakhir. Namun, kompetisi tertinggi di negeri ini tetap menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang tidak sederhana.

Setelah Persipura Jayapura kembali menjadi jawara, disusul Arema Indonesia Malang dan Persija Jakarta di peringkat 2 dan 3, tiga klub sudah menunggu promosi.

Musim depan Persiba Bantul, Persiraja Banda Aceh dan Mitra Kukar berstatus debutan ISL. Namun, ISL musim ini belum sepenuhnya selesai. Sebab, klub peringkat 15 Bontang FC masih berjuang di play-off .

Pada laga ini Bontang FC harus mengalahkan klub peringkat 4 Divisi Utama Persidafon Dafonsoro jika ingin bertahan di ISL. Pelaksanaan play-off di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (23/6).

Sementara ISL musim ini diputar dengan biaya kisaran Rp 60 miliar – 70 miliar. Untuk menuju musim depan, bukan anggaran kompetisi yang jadi persoalan. Namun, pembiayaan klub terkait sejumlah regulasi baru soal dana APBD yang tak boleh lagi untuk klub profesional.

Langkah pertama yang dilakukan PT Liga Indonesia (Liga) adalah pembagian saham 99%. Namun Liga juga membuat sejumlah langkah untuk klub, terutama terkait kontrak pemain yang lebih efisien.

"Setiap klub harus melakukan rasionalisasi pembiayaan musim depan. Kami sudah menyiapkan formulasi khusus untuk mengatur kontrak pemain. Juli nanti kami akan melakukan pemaparan kepada klub. Pembiayaan terbesar klub memang kontrak pemain," ungkap CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Mayoritas klub ISL memang belum memiliki solusi konkret untuk menopang pendanaan musim depan, terkait pelarangan APBD bagi klub profesional.

"Klub sepenuhnya harus mengubah paradigma pengelolaan. Tapi, kami optimistis klub akan keluar dari masalahnya. Kompetisi tetap semarak, meski tiga klub keluar dari ISL. Jumlah pertandingan live juga lebih banyak," ungkapnya.

ISL musim ini hanya menyisakan 15 klub, setelah Persibo Bojonegoro, Persema Malang dan PSM Makassar memilih pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI). Klub ISL mendapatkan subsidi ekstra dari penjualan hak siar. Total kompetisi menghasilkan uang Rp 5,250 miliar dari penjualan hak siar.

"Tanpa APBD, klub kehilangan penghasilan 30–50%. Pendapatan mereka mungkin turun tajam, tapi kami yakin musim berikutnya terjadi penyesuaian. Masalah ini sebenarnya sangat sulit, tapi sangat menantang,” kata Joko.

Hanya rasionalisasi pembiayaan tidak diikuti pembatasan kuota amunisi asing. ISL musim depan tetap memakai lima pemain per klub. Kebijakan amunisi impor 3+2 juga tetap dipertahankan, meski Liga tidak memaksa klub memenuhi kuota tersebut.