VIVA-BOLA, Status juara Djarum Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 sudah menjadi milik Persipura Jayapura. Namun, laga pamungkas ISL musim ini besok tetap seru. Dua klub bersaing untuk merebut posisi runner-up.
Persija Jakarta dan juara musim lalu Arema Indonesia ada di bawah sang jawara. Poin Persija dan Arema sama hingga pekan ini, yakni mengumpulkan 49 poin. Keduanya juga melakoni laga kandang pada partai terakhir mereka. Tujuan mereka pun sama merebut posisi runner-up.
Tim level dua ISL musim ini kemungkinan besar akan main di play-off Liga Champions Asia (LCA) 2012. Semua terjadi sebab Piala Indonesia 2011 ditiadakan. Jika jatah Indonesia di kompetisi Asia masih sama, hal itu memang berlaku. Baru tim nomor tiga otomatis main di Piala AFC 2012.
Pelatih Persija Rahmad ’RD’ Darmawan pun terus menjaga motivasi anak asuhnya. Dia tak ingin Bambang ’Bepe’ Pamungkas dkk terpeleset di laga terakhir, saat menjamu PSPS Pekanbaru besok. RD mengatakan, keuntungan berada di pihaknya dan berharap pemain bisa memanfaatkan keuntungan tersebut.
’’Arema pasti berharap kami tidak menang. Arema juga dituntut menciptakan banyak gol. Jadi, tekanan ada pada Arema. Saya ingin pemain memanfaatkan itu dengan bertanding secara normal atau tanpa beban,’’ kata RD.
Kekalahan PSPS Pekanbaru di tur Jawa Timur (Jatim), kala dijamu Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan disebut RD bukan jaminan tim tamu bakal mudah dijinakkan. RD mengingatkan, laga terakhir bisa mendatangkan atmosfer lain bagi setiap tim yang bertanding.
RD juga menyatakan, motivasi anak asuh Abdur Rahman Gurning yakin meninggi. Menurut dia, semua tim dipastikan ingin menutup musim dengan hasil bagus, demikian pula PSPS Pekanbaru. Terlebih, PSPS bermain di Jakarta.
”Nuansanya akan berbeda dengan pertandingan biasa. Ini pertandingan terakhir, jadi saya yakin semua tim akan habis-habisan. Tim harus benar-benar siap karena kami punya kesempatan besar,” tandas RD.
Sementara dari Arema, kemenangan 2-0 atas tamunya, Persisam Putra Samarinda tiga hari lalu belum cukup besar untuk memberi tekanan serius pada Persija. Klub berjuluk Singo Edan masih membutuhkan tambahan tiga gol lagi untuk melampaui surplus gol Macan Kemayoran.
Namun, semua itu dengan catatan, Persija imbang atau kalah dari PSPS. Tak berlebihan jika posisi Arema kurang begitu menguntungkan, karena selain berharap Persija tak menang, juga harus super produktif saat menjamu Bontang FC.
Manager/Coach Arema Indonesia Miroslav Janu mengakui dua gol ke gawang Persisam tak bisa dibilang istimewa. Selain masih terpaut dua gol, penyelesaian peluang masih sangat rendah. Memperoleh lima peluang bersih, hanya dua gol yang mampu dikoleksi timnya.
”Sekarang semua ditentukan pada pertandingan terakhir lawan Bontang FC. Saya ingin pemain cetak lebih banyak gol lagi. Peluang Arema lebih berat dibanding Persija, tapi kami akan tetap berusaha,” kata Miro, sapaan Janu.
Kendati hasil akhir masih ditentukan Persija kontra PSPS, pelatih berpaspor Republik Ceko ini tak mau terlalu memikirkan rival beratnya itu. Dia pilih konsentrasi menata pasukannya agar lebih gereget di pertandingan terakhir.
Sang arsitek juga meminta suporter setia klubnya, Aremania, memberikan dukungan penuh kepada timnya agar bisa menggapai runner-up. Di saat laga menjamu Persisam Samarinda, stadion Kanjuruhan memang tak terisi penuh karena kebetulan laga bukan pada hari libur.
”Keberadaan Aremania ikut menentukan. Lawan Bontang FC adalah pertandingan terakhir dan saya ingin Aremania lebih banyak datang ke stadion. Pemain pasti lebih semangat lagi,” tandas Miro.


