
VIVA-BOLA, River Plate merupakan salah satu produsen pemain terbesar di Argentina. Namun, juara kompetisi domestik 33 kali itu tidak lagi menghasilkan pesepak bola berbakat. Minimnya pemain-pemain muda tersebut ditengarai sebagai salah satu faktor terdegradasinya Los Millonarios –julukan River– untuk pertama kali sepanjang sejarah. River tergusur dari Liga Argentina setelah kalah agregat 1-3 dari Belgrano.
’’Grafik River menurun jauh sejak mereka menyingkirkan Delem,’’ kata mantan bek River Jorge Higuain, dikutip Toronto Sun.
Higuain menyebut Delem adalah sosok yang membangun sistem pembinaan pemain muda di River pada ’60-an. Di tangan pria asal Brasil itu, River mendahulukan pemain akademi pribumi atau bakat-bakat mentah yang tersebar di Amerika Selatan.
Perlahan mereka dibina sampai akhirnya diburu klub-klub kaya Eropa. Beberapa nama tersebut mencakup Daniel Passarella, Ariel Ortega, Pablo Aimar hingga putra Higuain, Gonzalo yang kini memperkuat Real Madrid.
Legendaris Alfredo di Stefano dan Omar Sivori juga tercatat sebagai pemain didikan River. Pabrik River mulai kehilangan produktivitasnya ketika manajemen klub menyingkirkan Delem satu abad silam. Setelah itu River mulai kesulitan membangun pemain muda. Ini terlihat pada skuad sekarang. Tidak banyak pemain muda yang diandalkan. Tercatat, hanya Erik Lamela, playmaker berusia 19 tahun, yang menonjol.
Mulai jarang melahirkan bakat menjanjikan tersebut berdampak fatal bagi River. Performa tim menurun karena tidak ada pemain yang bisa diandalkan. Labilnya performa sejak 2008/2009 membuat mereka harus mengikuti playoff musim ini, yang berujung degradasi.
Kondisi keuangan River pun ikut memburuk. Dulu mereka terbiasa mengantongi keuntungan besar seusai menjual pemain pemain muda ke Eropa. Namun pemasukan dari sektor itu tidak signifikan lagi menyusul minimnya stok pemain muda.
Karena itu, tidak heran jika kemudian laporan keuangan River berwarna merah. Berdasar neraca teranyar Los Millonarios menderita utang sebesar 280 juta peso (USD68,33 juta). Seusai terdegradasi, mereka pun diprediksi bakal kesulitan mencicil tagihan tersebut. Sebab mereka sudah dipastikan kehilangan kontrak penjualan hak siar televisi sebesar 26,5 juta peso.
River juga berpotensi terkena koreksi pada perjanjian sponsor. Wajar saja, Petronras (USD2,5 juta), Tramontina (USD600 juta) dan Adidas (USD3 juta) tentu merasa nilai kontrak mereka berkurang menyusul menurunnya nilai jual River setelah terdegradasi.
Situasi demikian membuat Passarella, yang menjabat presiden klub, dalam posisi terjepit. Dia terpaksa menjual aset berharga tersisa yang dimiliki River, yakni Erik Lamela. Semula Passarella berharap Erik Lamela bisa dilego senilai USD10 juta – 12 juta. Namun sekarang dia berpeluang mendiskon Erik Lamela. (purwanti)


